assalamualaikumwarahmatullahi wabarrakatuh
nama saya sri wardani biasa dipanggil sri semester v prodi bahasa dan sastra Indonesia, disini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya dan rekan - rekan saya dalam menelusuri peninggalan zaman dahulu perjalan kami tidak semudah yang dibayangkan . langsung saja saya akan menceritakan tentang mencari naskah ini ,pada hari minggu tanggal 20 oktober 2019 jam 10 pagi kami melakukan perjalan dari mataram menuju desa motong gamang Lombok barat dan kami sampai disana pada pukul 12.30 .perjalanannya sangat lama sekali karena jalur yang kami ambi l sangatlah jauh dan kami melakukan perjalanan yang cukup lama sehingga melelahkan .sampai disana kami istrahat sejenak dirumah teman kami kurang lebih 3 jam dan setelah itu kami langsung ketempat yang mempunyai naskah kuno setelah sampai di tempat org yg memegang naskah kuno dan kami diberi tahu bahwa naskah itu sudah hilang ketika orang merenovasi rumahnya. tidak lama kemudian langsung pamit pulang dari desa montong gamang Lombok barat menuju kota mataram pada pukul 16.00 dan kami sampai mataram pada pukul 17.00. pada tanggal 23 oktober 2019 kami mencari kmbali naskah sekitar jam 16:00 kami menuju desa kuranji dalah kec. labuapi kab lombok barat dan kami di sambut dengan baik oleh tuan rumah bapak adji pemegang naskah kuno d desa kuranci kami juga di suguhkan teh hangat oleh anaknya pak adji.
singkat cerita kami mendapatkan naskah tentang takepan monyeh/lontaran yang menceritakan tentang tiga kerajaan yang terdiri dari Sumbawa, jawa dan Lombok . anaknya yang paling besar yaitu dijawa,yang kedua dari sumbawa dan yg terakhir di Lombok mereka sama- sama menjadi raja. raja yang dijawa memiliki 8 anak 4 laki- laki dan 4 perempuan dan raja yang diisumbawa memiliki 2 anak yaitu 1 laki- laki dan 1 perempuan dan raja yg dilombok memiliki 2 anak perempuan.raja - raja ini sangat ditakuti oleh para rakyatnya dan rakyatnya sangat tunduk pada raja ini.
anak raja dilombok yang paling kecil yang bernama Dwi winangsih paling dibenci dan menderita dia jarang makan siang malamnya dia menangis dan malamnya dia sering menembang ( menyanyi ) karena penderitaannya sang gadis ini mendapatkan inaq asuh . putri terakhirnya meminta membelikan kertas 2 lembar dan ibunya membelikan kertas itu dan putri terakhir itu memotong dirinya sendiri dan menulis riwayatnya dengan seketika turunlah angina putih beliung dan angin itu membawa kertas yang berisi foto putri terakhir sampai membawa kejawa dan anehnya foto itu didapat sama anaknya raja yang kedua.raden itu langsung membuka dan membaca surat yang nyangkut di bebatuan tersebut . dan disurat tersebut tercantum bahwa raden witaresari dengan dwi winangsi adalah sesepuan ,sesudah melihat gambar raden tersebut langsung pingsan selama 1 jam dan kakaknya kaget karena adik satu - satunya pingsan.setelah itu radenpun tersadan dan dia langsung menangis dan kakaknya ikut menangis dan menemui dwi winangsi yang berada di Lombok menggunakan perahu .sesampainya di Lombok dia tersesat dihutan belangkara disitu dia mendapatkan tiga benda pusaka yang terdiri peci,cambut dan baju.detelah itu dia menemui dwi winangsih dan merekan menikah sehingga raden witaresari menggantikan mertuanya mejadi raja di Lombok.

Bagusss
BalasHapuswantapujiwa ratu
BalasHapusMantap👍
BalasHapusLuar biasa.
BalasHapusMantap mbak, di tunggu tulisan selanjutnya😊
BalasHapusKeren kak
BalasHapusNice
BalasHapusKeren dan bermanfaat
BalasHapusBagus dan bermanfaat banget👍
BalasHapusBagus dan bermanfaat banget👍
BalasHapusKeren👍
BalasHapusSangat Bermanfaat 👍
BalasHapusTidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tetaplah berkereasi.😊
BalasHapusIni bisa kita jadikan referensi juga ketika kita ingin berdiskusi atau belajar sejarah peninggalan para leluhur kita.👍
BalasHapusBagus bangetni bisa menambah pengetahuan tentang kebudayaan di lombok, smoga makin baik kedepannya, ditunggu tulisan berikutnya
BalasHapusMantap
BalasHapusWow bermanfaat
BalasHapusBagus banget dan informatif sekali
BalasHapusSemoga penulis tidak sampai disini menulis artikel. Karena artikel ini cukup bagus dan perlu dikembangkan. Semangattt.
BalasHapusKeren artikelnya. 👍
BalasHapusMantap Bos q
BalasHapusWadidaw mantap
BalasHapusBagus kak
BalasHapusMantappp
BalasHapusKeren nih
BalasHapusPapah modern
BalasHapus& Semngat untuk tulisannya selanjutnya
Luar biasa 👍
BalasHapusWidih Luar biasa tulisannya keren
BalasHapusKerennn,jangan putus semangat teruslah berkarya
BalasHapusWow bagusnya beb
BalasHapus👍
BalasHapusTeruslah berkarya
BalasHapusTeruslah berkarya
BalasHapusWaw, unda seneng bacanya
BalasHapusBagus beb
BalasHapusBagus beb
BalasHapusBagus artikelnya😊
BalasHapussemangat terus dalam menggali dan melestarikah manuskrip kuno
BalasHapusLanjutkan untuk melestarikan kebudayaan yg ada
BalasHapusluar biasa
BalasHapusluar biasa
BalasHapusMantap kakak
BalasHapusMantul kakak👍
BalasHapusLuar biasa. Terus berkarya kaum milenial.
BalasHapusLuar biasah karyanya
BalasHapusLuar biasa
BalasHapusKembangkan
BalasHapusOk Bagus, Minggu depan saya Request Cerita Sejarah nya Kerajaan Bima di masa kepemimpinan nya Sultan Salahuddin, Untuk Cerita yg kerajaan Lombok ini sya rasa bagus tapi Terlalu Singkat Karena Menceritakan Sebuah Pertemuan Singkat Dan Endingnya Bahagia, Jadi Sya tunggu Cerita nya utk Minggu depan sesuai yg sya request itu, Semoga Dibaca dan Sukses sllu buat si penulis
BalasHapusSejarahnya di perjelas lagi biar pembaca bisa menyimpulkan secara objektive ...tapi cukup luar biasa adinda
BalasHapusSemangat lagi, dan ilmunya semoga bermanfaat untuk orang banyak.
BalasHapus